Jumat, 14 September 2007

Life,,

Kata-kata Bijak II (Wisdom for the Road)

Hargailah segala sesuatu yang masih kau miliki sebelum ia hilang darimu, dan kau akhirnya menyadari betapa berharga semua itu bagimu.
Kehidupan hanya dapat dipahami dengan mundur ke belakan, tapi harus dijalani dengan maju ke depan.
Segala sesuatu dalam kehidupan sifatnya sementara:
Bila berjalan dengan baik, nikmatilah, karena hal itu tidak akan berlangsung selamanya.
Bila berjalan tidak baik, jangan khawatir, karena hal itu juga tidak akan berlangsung selamanya.
Nasib bukanlah merupakan persoalan kesempatan, tapi merupakan pilihan, yakni bukan sesuatu yang harus ditunggu, tetapi sesuatu yang harus diupayakan.
Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah.
Bila kau tidak dapat menambah umur dalam kehidupanmu, ambahlah kehidupan dalam umurmu.

Setiap orang yang ada dalam kehidupan kita selalu memberikan pelajaran yang unik bagi kita. Hanya dengan pelajaran-pelajaran itu kita dapat mengerti kehidupan, mengetahui manusia dan memahami hubungan kita dengan TUHAN.
Bila seseorang berbohong kepadamu, perbuatannya itu memberi pelajaran bahwa segala sesuatu itu tidak selalu tampak seperti penampilannya. Kebenaran seringkali terletak jauh di bawah permukaan. Lihatlah jauh di balik topeng yang dipakai manusia bila kau ingin mengetahui isi hati mereka. Singkirkan topengmu agar orang mengetahui siapa dirimu sebenarnya.
Bila seseorang mencuri milikmu, perbuatannya itu memberikan pelajaran bahwa tiada barang yang abadi. Hargailah segala sesuatu yang kau miliki. Kau tidak akan pernah bisa tahu, mungkin suatu saat nanti, kau akan kehilangan barang itu. Jangan kau anggap bahwa teman dan keluargamu adalah sesuatu yang biasa saja, tapi mereka adalah karunia Tuhan; dan mungkin kau hanya bisa memiliki mereka detik ini saja.
Jika seseorang melukaimu, ia mengajarkan bahwa tubuh manusia sangat rapuh. Lindungi dan rawatlah tubuhmu dengan sangat baik.
Bila seseorang menghinamu, perbuatannya itu mengajarkan bahwa tidak ada dua orang yang sama.
Bila kau bertemu dengan orang yang berbeda pandangan denganmu, jangan kau nilai dia atas penampilan atau perilakunya, tapi cobalah pahami niat dan maksudnya.
Bla seseorang membuatmu patah hati, perbuatannya itu mengajarkan bahwa bila kau mencintai seseorang, tidak ada jamunan bahwa orang itu akan membalas cintamu. Namun, jangan kau belakangi cinta, karena bila kau temukan orang yang tepat, kebahagiaan yang dibawanya akan menghapuskan seluruh kepedihanmu di masa lampau, bahkan dapat menghapuskan kesedihan yang seribu kali lebih banyak.
Bila seseorang memendam kebencian terhadapmu, perbuatannya itu mengajarkan bahwa setiap orang membuat kesalahan.
Bila seseorang berbuat salah kepadamu, maka tindakan yang paling baik yang dapat kau lakukan adalah memaafkannya dengan ikhlas. Memaafkan orang yang menyakiti hatimu seringkali merupakan pengalaman menyakitkan yang sangat sulit dilakukan.
Bila kekasihmu tidak setia kepadamu, perbuatannya itu mengajarkan bahwa ternyata menolak godaan merupakan tantangan paling besar. Waspadalah kau dengan berbagai godaan. Dengan bersikap demikian kau justru akan meraih kepuasan langgeng yang jauh lebih besar dari kesenangan yang kau cari.
Bila seseorang menipumu, perbuatannya mengajarkan bahwa kerakusan adalah sumber dari segala kejahatan. Upayakan agar mimpi-mimpimu menjadi kenyataan, meski mimpi-mimpi itu membumbung tinggi di awan. Jangan sampai kegiatanmu untuk mewujudkan cita-cita membuatmu menghalalkan segala cara.
Bila seseorang merendahkanmu, perbuatan itu mengajarkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Terimalah manusia karena kebaikan dan jasanya, dan bertoleransilah pada segala kekurangannya. Janganlah sekali-kali kau menolak orang karena kekurangan-kekurangannya yang sama sekali di luar kendalinya.
Bila seseorang mencintai kita, perbuatan itu mengajarkan agar kita juga mencintai, berbaik hati, bermurah hati, bersikap jujur, rendah hati, dan pemaaf terhadap orang lain. Manusia sesungguhnya mempunyai kemampuan untuk mengendalikan kebajikan dan kejahatannya, tetapi karena cinta kasih jarang diajarkan, maka kekuatan itu judtru dimenangkan oleh kejahatan.
Bila kau masuk dalam kehidupan orang lain, baik karena direncanakan, pikirkanlah apa yang hendak kau berikan: cinta kasih atau kebencian? Bila kau mati nanti, kau akan menimbulkan cinta yang lebih dalam atau luka yang lebih menganga?Kebahagiaan atau kesedihan?

Tidak ada komentar: